Tuesday, 4 December 2018

Kalimat Tauhid Pemersatu Umat

Source: Google.com
Laa Illaha Illallah Muhammadar Rasulullah (Tiada Ilah (Tuhan) yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan Nabi Muhammad adalah Rasul Allah)

Kalimat “Laa Illaha Illallah” mempunyai kedudukan amat mulia dalam ajaran Islam. Kalimat yang merupakan pondasi tertinggi dan inti sari ajaran Islam. Inilah yang menjadikan kalimat tauhid bukan kalimat sembarangan. Karena kalimat ini adalah sebuah kalimat suci yang mampu mengantarkan seorang Muslim masuk surga; yang dapat memberatkan timbangan amal; yang dapat menghalau jilatan api neraka; serta kalimat yang menjadi syarat Islamnya seseorang.

Namun sungguh miris dengan kejadian atas pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang terjadi pada tanggal 22 Oktober 2018 lalu, atau saat bertepatan dengan Hari Santri Nasional. Terlebih hal tersebut dilakukan oleh mereka yang katanya juga Muslim. Tetapi tangan mereka dengan mudahnya menodai kemuliaan kalimat syahadatain kebanggaan umat Muslim.

Pelecehan Kalimat Tauhid

Pada tayangan video yang diunggah, terlihat sejumlah oknum Banser membakar sebuah bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid. Tak hanya itu, mereka juga turut membakar atribut lain berupa ikat kepala dengan tulisan yang sama. Dalam aksi ini pun tampak mereka sangat bersuka cita menyulut api diiringi dengan nyayian.

Reaksi dan kecaman keras atas video singkat ini pun seketika membanjiri ranah media sosial. Kemarahan tidak hanya datang dari umat Muslim dan para ulama tanah air, tetapi juga dari umat Muslim negara lainnya. Mereka sangat terluka dan mengutuk tindakan tersebut. Karena hal tersebut dinilai sebagai suatu penghinaan paling biadab dan tidak beradab. Terlebih hal itu dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Muslim juga.

Source: Google.com
Di satu sisi pihak pembakar bendera tauhid mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebagai bentuk penjagaan untuk memuliakan kalimat tauhid, yang terukir pada bendera tersebut. Mereka menganggap bendera itu adalah simbol dan benderanya organisasi terlarang yang telah dibubarkan pemerintah, yakni Hizbut Tahir Indonesia (HTI). Hal ini turut diperkuat dengan pernyataan ketua umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas yang menyatakan bahwa anggotanya tidak bermaksud melecehkan kalimat tauhid. Tetapi berusaha menjaga kemuliaan kalimat itu sendiri.

Apapun alasannya, bagi umat Muslim tindakan pembakaran bendera bertulisakan lafadz kalimat tauhid, adalah hal yang telah sangat menciderai hati umat Muslim. Terlebih setelah ditelusuri, tidak ada sedikitpun tulisan yang berkaitan dengan HTI pada bendera tersebut. Apalagi HTI juga tidak pernah menyatakan bahwa bendera dengan kalimat tauhid sebagai lambang organisasi mereka. Bendera itu adalah semata-semata sebagai wujud kebanggaan mereka atas panji Rasulullah.

Arti Penting Kalimat Tauhid

Sebagaimana yang diketahui bahwa kalimat tauhid yang berbunyi “Laa illahha illallah Muhammadar Rasulullah”, merupakan sebuah kalimat suci dan mulia bagi umat Muslim. Kalimat yang berisi makna kecintaan tertinggi pada Allah dan Rasul-Nya. Dan sudah pasti setiap Muslim yang mencintai sepenuh hati Rabb dan Rasul-Nya tidak akan pernah terima jika kalimat ini dilecehkan. Akan sangat marah jika hal yang sangat dicintai diusik hingga dihinakan. Tak salah jika muncul ghiroh (rasa cemburu) luar biasa di hati seluruh Muslim, yang berujung pada kemarahan dan kecaman keras atas pelecehan terhadap kalimat tauhid. Buya Hamka pernah berkata, “Jika diam saat agamamu dihina, maka gantilah bajumu dengan kain kafan.”

Kalimat tauhid itu memiliki kekuatan amat dahsyat, yang mampu membuka lebar pintu-pintu surga, serta mampu menghapuskan segala macam dosa. Kelak dengan kalimat ini pulalah kita semua akan dibangkitkan. Dan umat Muslim pun sangat berharap dan memohon kepada Allah agar bibir mampu melafadzkan kalimat “Laa illaha illallah” saat sang malaikat maut datang menjemput. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah “Laa Illaha Illallah”, maka dia akan masuk surga” (H.R Abu Dawud)

Source: Google.com

Aksi Bela Kalimat Tauhid

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah,  dan yang tidak tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siap yang dikehendaki-Nya, dan Allah maha luas (pemberian-Nya), lagi maha mengetahui (Q.S Al-Maidah:54)

Reaksi atas penistaan terhadap kalimat tauhid menggema di seantero negeri. Semua Muslim yang mencintai Allah dan Rasulnya inginkan keadilan atas peristiwa yang melukai hati umat Muslim. Ghiroh terpuji pun menggerakkan hati mereka untuk bersatu membungkam mereka yang pongah dan dzalim terhadap umat Muslim dan agama Islam. Dan pada tanggal 2 Desember 2018, Semua berkumpul dan bersatu atas dasar iman dan aqidah yang sama, yaitu kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Tak ada iming-iming hadiah atau pun lembar Rupiah. Tak ada paksaan dan tak ada niat buruk. Perkumpulan dalam aksi 212 re-united ini adalah murni perkumpulan untuk mengokohkan spirit ukhuwah Islamiyyah. Allah lah yang telah menggerakkan hati seluruh Muslim untuk datang dan duduk bersama dalam naungan kalimat takbir dan kasih sayang Rabb semesta alam.

Source: Instagram @shiffrun
Aku pun sangat terharu dan senang menyaksikan jutaan umat Muslim yang bersemangat membela izzah agama Allah, membela kalimat tauhid. Adalah sebuah pemandangan yang sangat indah melihat area Monumen Nasional dan sekitarnya dibanjiri lautan putih jiwa-jiwa mujahid dan mujahiddah. Dua bola mata pun tak kuasa menahan tetesan haru melihat persatuan Muslim di Ibukota. MasyaAllah sungguh inilah era kebangkitan Islam. Allahu Akbar.

Yaa muqollibal quluub ,tsabbit quluubana’aladdinnik. Duhai yang maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami menggenggam agama-Mu



Monday, 26 November 2018

Hoax Dan Ancaman Keberagaman



Bhinneka tunggal ika; berbeda-beda tetapi tetap satu. Inilah sebuah semboyan populer bangsa Indonesia, yang mencerminkan kehidupan bangsa yang bersatu dalam kemajemukan. Sejak dulu rasa persatuan dan kesatuan itu tetap terpelihara dengan baik. Karena ini juga bangsa Indonesia dapat merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Latar belakang budaya, adat istiadat, suku, bahasa, agama, ras, atau pun kekerabatan yang berbeda-beda, bukanlah hambatan untuk menciptakan kehidupan berbangsa dalam suatu keharmonian. Semua ini tentu saja tidak lepas dari rasa saling toleransi, menghargai, dan memiliki. Dan yang tak kalah penting adalah rasa persaudaraan atas nama satu tanah air, satu bangsa, dan satu tumpah darah Indonesia, sebagaimana yang diikrarkan dalam isi Sumpah Pemuda 1928.

Namun sayangnya, kehidupan yang harmoni itu mulai diterpa badai yang telah berhasil memporak-porandakan kehidupan berbangsa, yang selama ini berjalan selaras dalam persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. Sebagaimana yang kita ketahui, beberapa tahun terakhir bangsa Indonesia dihadapkan pada isu-isu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan), sangat serius yang telah meracuni kebhinnekaan bangsa.

Isu SARA merupakan isu sensitif, yang jika dihembuskan akan mudah menyulut emosi dan konflik. Dan tampaknya hal ini justru malah dimanfaatkan oleh sekelompok orang demi kepentingan golongannya, seperti dalam kepentingan perpolitikan di tanah air, yang akhir-akhir ini kerap melibatkan masalah SARA. Sebut saja isu SARA pada pilkada DKI beberapa waktu yang lalu, yang diawali dengan isu penistaan agama oleh salah satu kandidat Gubernur DKI.

Tidak hanya dikalangan elit politik atau yang terkait dengannya. Ternyata maslah SARA juga sudah merambat ke dunia pendidikan. Bahkan untuk kalangan anak sekolah dasar. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dunia pendidikan sempat dihebohkan dengan temuan buku pelajaran siswa yang berisi kata-kata kebencian terhadap salah satu agama. Buku dengan judul “Anak Islam Suka Membaca” yang ditulis Nurani Mustain, dilaporkan gerakan pemuda Anshor karena berisi kata-kata yang berhubungan dengan peperangan dan menyerang. Hal ini sebagaimana yang dilansir dalam halaman berita di Independent.id.

Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, telah memfasilitasi masyarakat untuk cepat mendapatkan berbagai informasi melalui media internet. Bahkan akses ke internet bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun, tanpa harus pergi ke warung-warung internet. Ya, hadirnya ponsel-ponsel canggih telah memudahkan masyarakat dalam mengakses segala peristiwa dalam waktu yang cepat. Namun sayangnya, masih banyak orang yang kurang paham dan kerap menelan mentah-mentah setiap informasi yang dibacanya. Alhasil, kesalah pahaman hingga rasa kebencian pun mudah menguasai diri.

Tidak semua konten dalam situs internet itu baik dan benar. Banyak juga yang mengandung berita palsu, atau dalam bahasa kerennya hoax. Untuk itulah kita sebagai penikmat informasi harus pandai-pandai menetralisir pikiran agar tidak tejebak dalam informasi berbau hoax. Mengutip pernyataan Pemimpin Redaksi Terakota.id, Eko Widianto, dalam sebuah laman berita di Independent.id, yang menyatakan bahwa salah satu cara melawan berita dan informasi palsu adalah dengan mengecek sumbernya. Jika sumbernya tak bisa dipertanggungjawabkan, maka informasi tersebut tidak perlu disebarluaskan.
Hoax kini telah menjadi sebuah virus yang semakin subur berkat dukungan kemajuan teknologi digital. Hoax semakin intens didistribusikan melalui media sosial. Substansinya pun sudah merambah ke banyak aspek kehidupan. Hal ini tentunya menjadi sebuah ancaman serius bagi ketentraman berbangsa dan bernegara.

Berita hoax membuat orang saling berprasangka hingga tergiring pada suatu opini, yang cenderung bersifat negatif. Hal ini tentu merupakan bentuk ancaman serius bagi keutuhan berbangsa dan bernegara. Karena isu yang dihadirkan dalam konten hoax itu sangat berpotensi menebar kebencian serta menyulut timbulnya konflik. Untuk itulah kita sebagai penerima informasi, harus mampu menyikapai setiap konten berita yang bertebaran dengan bijak dan penuh pertimbangan. Intinya cek dan ricek dulu sebelum mengambil kesimpulan terkait berita tertentu.

Kemajuan teknologi serta cepatnya akses informasi dari seluruh penjuru dunia yang bisa kita dapatkan, haruslah direspon dengan penuh pertimbangan, terutama terkait dengan hal kebenarannya. Jangan sampai jembatan informasi ini justru menjerusmuskan kita dalam perpecahan dan konflik. Hidup dalam kerukunan meskipun diwarnai banyak perbedaan itu sangat menyenangkan. Mari kita jaga dan teruskan cita-cita pendiri bangsa ini, untuk kehidupan bangsa Indonesia yang lebih baik.



Wednesday, 31 October 2018

8 Kebiasaan Baik Penunjang Kesehatan



“Jangan terlalu cape kerjanya, nulisnya juga jangan diforsir, sempatkan istirahat.” Ya, itulah sebait kalimat yang kerap diucapkan Ibuku saat aku pulang ke rumah di akhir pekan. Sejak mulai memasuki dunia kerja, aku tinggal di sebuah rumah kost di pusat kota Bandarlampung. Sebenarnya lokasi tempat kerja dengan rumah tidak begitu jauh, hanya sekitar satu jam naik kendaraan. Tetapi karena ingin mandiri, aku memilih tinggal dekat tempat kerja, yang jaraknya bisa kutempuh hanya dalam waktu lima menit jalan kaki.

Aku bekerja di sebuah lembaga bahasa asing yang bertugas sebagai tutor dan trainer. Jam kerjaku termasuk sangat padat. Bisa dikatakan sebagai pekerjaan satu hari penuh; dimulai dari pagi pukul 08:00-09:30 WIB, kemudian jeda istirahat hingga pukul 13:30 WIB. Setelah itu aku kembali bekerja dari pukul 14:00-20:20 WIB.  

Saat jeda istirahat aku pulang untuk menggerjakan pekerjaan lainnya, seperti memasak atau menyelesaikan tulisan-tulisan content writer, yang telah mengantri untuk segera disetorkan ke jasa kepenulisan tempatku bergabung. Tak hanya itu kadang aku juga harus menyelesaikan tugas menulis lainnya atau update blog. Karena selain sibuk di Institusi Bahasa Asing, aku juga memiliki kesibukan lainnya di bidang kepenulisan. Terkadang ada orderan menerjemahkan jurnal atau artikel juga. Dengan jam kerja yang padat dan menumpuknya tugas menulis, membuatku kerap berkejaran dengan waktu agar dapat segera menyelesaikan semua. Tak jarang aku harus begadang dan mengabaikan signal dua bola mata, yang sudah mulai melemah demi menyelesaikan semua tulisan itu.


Kebiasaan dan rutinitas yang seakan tak kenal lelah inilah yang sering membuat Ibuku khawatir akan kondisi tubuhku. Apalagi saat ini aku tidak tinggal dekat dengannya. Sehingga membuatnya tak bosan-bosan mengingatkan dengan nasihat yang sama setiap kali aku pulang.

Sebenarnya aku sadar betul bahwa keseharianku dengan aktivitas kerja yang padat, ditambah aktivitas lainnya yang juga padat itu bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh. Namun aku pun tidak bisa menghindar karena kewajiban yang telah kusepakati. Lagipula aku tidak ingin mengecewakan mereka yang telah memberi kepercayaannya padaku. Apa tidak takut sakit atau kondisi tubuh tiba-tiba drop dengan jam kerja dan aktivitas yang luar biasa padat seperti itu? Tentu aku khawatir sekali dengan kondisi tubuhku. Terlebih tubuh ini adalah karunia dan amanah Tuhan yang harus kuperlakukan dan jaga dengan baik. Untuk itulah aku terapkan beberapa kebiasaan baik guna menunjang kesehatan tubuh di tengah rutinitas padat.

Kebiasaan Baik Penunjang Kesehatan

1.      Break Time Reminder
Aku punya kebiasaan buruk jika sedang bergulat dengan deadline tulisan, yaitu lupa waktu. Hal ini kerap membuatku tanpa sadar merenggut hak tubuh untuk istirahat. Padahal rasa badan juga sudah tidak nyaman; lelah dan ingin segera menghempaskan tubuh di atas tempat tidur. Tetapi lagi lagi urusan deadline berhasil mengabaikan perintah otak untuk berhenti beraktivitas.

photo by google
Kalau di rumah pasti Ibuku yang akan mengingatkan untuk istirahat. Tetapi saat ini aku tinggal sendirian. Untuk menyiasatinya, maka aku pun menyetel alarm istirahat di jam-jam tertentu. Jadi jika alarm ini berbunyi, aku harus berhenti atau paling tidak menyempatkan diri untuk istirahat sebentar.

2.      Pilih Makanan Sehat
Kesibukan kadang membuat kita kurang memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Biasanya dalam kondisi ini makanan cepat saji selalu menjadi alternatif saat ingin makan. Nah aku sangat menghindari jenis makanan seperti ini. Karena meskipun enak dan mengenyangkan, tetapi tetap saja kurang menyehatkan. Itulah mengapa aku selalu sempatkan memasak sendiri. Karena lebih higienis dan hemat juga tentunya. Dan tak lupa kuperbanyak konsumsi buah dan sayuran hijau juga.


3.
      Konsumsi Madu
Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi yang memikirkannya.” (Q.S. An-Nahl:69)

Siapapun pasti setuju bahwa madu sangat berkhasiat bagi kesehatan. Karena itu pula aku pun mengkonsumsi madu guna menjaga kesehatan tubuh. Terkadang madu tersebut kucampurkan ke dalam minuman atau roti agar terasa lebih nikmat.

4.      Minum Air Putih yang Cukup
Kurang minum air putih dapat membuat kepala terasa sakit. Dan ini tentunya akan memperngaruhi kinerja otak dan konsentrasi saat berpikir. Untuk itu aku selalu sediakan botol minum berisi air putih di dekatku saat sedang bekerja. Selain itu aku juga selalu membawa botol minum ini kemana pun saat bepergian. Jadi jangan heran jika aku jarang membeli minuman di luar, misalnya soft drink. Agar kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, usahakan minum paling tidak 2 liter air putih setiap hari. Hal ini akan menjaga tubuh tidak mudah terserang dehidrasi.
 
Photo by Google

5.      Kurangi Kafein
Kopi biasanya menjadi andalan banyak orang saat ingin begadang. Karena kandungan kafeinnya dipercaya mampu mengusir rasa kantuk. Tetapi dibalik semua itu, konsumsi kafein terlalu sering juga tidak baik bagi kesehatan. Sebagai alternatifnya aku lebih memilih wedang jahe atau air lemon. Karena rasa pedas pada jahe dan asam pada lemon juga mampu membuat mata terjaga.

6.      Jaga Kualitas Tidur
Tidur merupakan masa istirahat yang paling baik bagi tubuh. Karenanya usahakan untuk selalu tidur yang cukup. Setidaknya 6-8 jam perhari. Jika pun harus begadang, atur waktuya. Jangan sampai begadang setiap hari. Atau jika memang terlalu banyak yang harus diselesaikan, bangunlah lebih awal di pagi hari.

7.      Olahraga
Usahakan untuk melenturkan otot-otot tubuh dengan olahraga. Tidak perlu lama, 15-20 menit juga cukup. Yang terpenting rutin. Karena olahraga akan membantu melancarkan darah dan membuat tubuh tetap bugar. Kalau aku biasanya jogging sekitar komplek atau melakukan gerak ringan seperti sit up atau putar tangan.

8.      Mengkonsumsi Minuman Kesehatan Herbal
Yang alami itu lebih baik bagi tubuh. Itulah mengapa aku lebih suka mengkonsumsi bahan alami baik saat sehat atau pun sakit. Salah satunya adalah mengkonsumsi minuman dari bahan alami seperti jahe. Mungkin masih banyak orang yang tidak suka dengan minuman alami seperti ini. Tetapi bahan alami itu banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Bahkan kebaikan alami dari bahan alam mampu menjadi benteng tubuh untuk menangkal berbagai penyakit.




Sebagaimana yang kita ketahui bahwa jahe, selain digunakan sebagai bumbu dapur, tanaman apotek hidup ini juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan minuman. Rasa pedasnya memiliki khasiat untuk menghangatkan tubuh. Tak heran banyak yang mengkonsumsinya saat terserang masuk angin.

Tak hanya itu, jahe juga berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah, mencegah mual, menghilangkan nyeri, membantu pencernaan, menyamankan lambung, dan masih banyak khasiat lainnya. Bahkan minuman jahe juga bisa digunakan sebagai pengganti kafein saat ingin begadang, sebagaimana yang kusebutkan di poin kelima. Dan aku sudah membuktikannya, lho.

Dulu biasanya aku suka membuat minuman jahe dengan mengiris tipis-tipis jahe lalu dimasukkan ke dalam rebusan air. Atau kadang jahenya kupanggang dulu baru diseduh air hangat dan ditambahkan sedikit madu. Tetapi kini aku tidak perlu repot lagi. Karena manfaat jahe kini telah hadir dalam bentuk kemasan praktis tinggal seduh, yaitu Herbadrink Sari Jahe yang diproduksi Konimex. Cara membuatnya praktis dan cepat. Aku hanya perlu melarutkan satu bungkus Sari Jahe ke dalam 150 ml air hangat atau dingin.




Dan sobat jejak tidak perlu khawatir akan kualitas kealamian dari Herbadrink Sari Jahe ini. Karena minuman ini diproses dengan teknologi modern yang tetap mempertahankan kealamian serta berdasarkan resep tradisional Indonesia. Jadi bahan baku pembuatnya adalah jahe dan bahan-bahan pilihan dengan kualitas yang sangat baik. Dan meskipun Herbadrink Sari Jahe dikemas dalam bentuk sachet, tetapi minuman herbal ini diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet. Makanya aku tidak khawatir mengandalkannya sebagai salah satu penunjang kesehatan. 


Membiasakan hidup sehat tidak harus mahal. Karena kita pun bisa menjaga kesehatan dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik, serta memilih bahan dari alam yang telah disediakan Tuhan. Dan Bagi sobat yang sedang diet, tak perlu khawatir mengkonsumsi Herbadrink Sari Jahe. Karena minuman herbal ini juga telah tersedia dalam kemasan sugar free. Herbadrink – Be Herba, Be Healthy.

Sunday, 28 October 2018

Swissvita Travel Kit Dari Allyoung, Sempurnakan Setiap Momen Travelling



Travelling adalah salah satu momen yang penting bagiku. Meskipun banyak yang beranggapan bahwa travelling itu identik dengan ajang show off atau menghabiskan uang buat seru-seruan. Tetapi bagiku nilai traveling lebih dari itu. Karena dengan kegiatan ini aku dapat melakukan banyak hal menyenangkan. Tidak hanya tentang menikmati keindahan panorama alam atau mencicipi hidangan kuliner yang lezat. Tetapi lewat travelling aku juga dapat belajar lebih dekat dengan alam; mempelajari akan ciptaan Tuhan yang luar biasa. Selain itu aku juga dapat belajar tentang sejarah, kebudayaan, suku, adat istiadat, hingga tentang orang-orang dengan segala karakternya, yang kutemui selama perjalananku. Inilah sebuah pengalaman berharga yang kudapatkan dari sebuah perjalanan.

Well, berbicara tentang travelling, tentu tidak bisa dipisahkan dari yang namanya packing before going. Nah aku paling suka kalau travelling backpackeran. Jadi nggak repot membawa barang bawaan saat hendak berkeliling. Terlebih saat akan pergi ke toilet umum, tidak perlu repot menitipkan barang. Biasanya barang yang akan masuk ke dalam tas adalah sejumlah outfit yang kubutuhkan selama travelling. Dan biasanya aku suka enggan membawa perlengkapan untuk perawatan kulit wajah. Karena menurutku benda-benda itu berpotensi makan tempat di dalam tas. At least aku bawa sabun pencuci wajah, bedak, dan pelembab saja.


Namun ternyata secara tidak langsung aku telah mengabaikan kebutuhan kulit wajah, dalam setiap momen travelling yang kulakukan. Itulah mengapa setiap pulang dari travelling ada saja masalah kulit wajah yang muncul. Jadi memang justru saat travelling kulit wajah harus dirawat agar ia tetap sehat, segar, dan bebas masalah kulit. Karena selama travelling tentunya tidak akan lepas dari kesibukan menjelajahi berbagai tempat. Terlebih aku memang suka mengeksplor tempat yang kukunjungi. Bahkan kegiatan ini bisa dilakukan tanpa mengenal rasa lelah. Menjelajah dari satu tempat ke tempat lainnya seharian hingga menjelang waktu malam. Aktivitas selama travelling ini pastinya akan membuat tubuh lelah dan wajah cenderung kusam. Belum lagi pergantian cuaca tempat yang didatangi, yang dapat membuat kulit mudah kering.

Permasalahan Kulit Wajah Selama Travelling

1.      Muncul Jerawat
Selama perjalanan pastinya kulit wajah tidak bisa menghindar dari yang namanya debu dan polusi. Namun keseruan selama jalan-jalan membuat diri lupa bahwa kulit wajah butuh perawatan. Alhasil pulang travelling wajah mulai dihinggapi yang namanya jerawat,
2.      Kulit Kering
Biasanya hal ini terjadi karena kondisi cuaca yang berbeda. Misalnya saat aku pergi berlibur ke tempat berudara dingin seperti Bandung atau Bogor. Nah, malas membawa perlengkapan perawatan wajah akhirnya membuat kulit wajah tak ternutrisi dengan baik.
3.      Perubahan Warna Kulit
Tak jarang saat travelling kulit wajah menjadi gelap dan munculnya bintik-bintik hitam. Hal ini karena seharian aku beraktivitas outdoor. Sehingga banyak terkena paparan sinar matahari.
4.      Mata Panda
Keasyikan menikmat momen travelling membuat kualitas tidur kurang terjaga. Tubuh lelah namun jam istirahat tidak mencukupi.

Well, aku nggak mau lagi mengalami semua hal itu di saat berlibur. Aku ingin kulit wajah tetap terawat baik dan terlihat fresh sepulang travelling. Awalnya aku pindahkan produk skincare ke dalam wadah-wadah berukuran kecil agar tidak terlalu banyak barang bawaan. Tetapi hal ini masih kurang praktis. Karena terkadang produk-produk itu jadi belepotan. Nah,kebetulan baru-baru ini aku mengenal sebuah produk skincare yang recommended dan praktis untuk dibawa saat liburan, yaitu produk dari Allyoung Muslimah.


Senang sekali rasanya saat menerima kiriman skincare dari Allyoung. Rasa penasaran pun segera menggerakkan tangan untuk membuka bungkus paket dari Allyoung Muslimah. Dan…aku begitu terkesan saat melihat isi paket yang dikemas dengan rapi dan aman dalam kotak pink yang cantik. Dalam kotak tersebut ada 5 jenis skincare lengkap untuk kebutuhan kulit wajah. Tidak hanya itu, aku juga mendapatkan voucher diskon dan warm message dari Allyoung Muslima. Setelah membaca beberapa referensi, dapat kusimpulkan bahwa produk ini friendly skin, berkualitas, dan sesuai dengan yang kubutuhkan. And of course aku sudah nggak sabar ingin segera mencoba skincare dari Allyoung ini.


Buat sebagian sobat jejak mungkin produk ini masih asing. Well, Allyoung merupakan produk skincare yang lagi hits saat ini. Bahkan pemakainya tidak hanya masyarakat umum saja. Tetapi para artis Indonesia hingga mancanegara juga memakai produk dari Allyoung. For further info sobat jejak bisa masuk ke akun Instagramnya @Allyoung.id dan @Allyoung.muslima.

Swissvita Micrite 3D All Use Series Pack
Dalam box travel kit Allyoung terdiri dari 5 jenis serum dengan fungsi berbeda sesuai dengan kebutuhan kulit wajah, diantaranya:

1.      Micrite 3D All Use Anti Spot Serum
§  Serum ini berfungsi untuk mencerahkan dan mengurangi bintik hitam.
§  Mengatasi hiperpigmentasi, kulit kusam dan warna kulit yang tidak merata.
2.      Micrite 3D All Use Eye Cream
§  Membantu mengurangi garis halus dan keriput, lingkaran hitam serta kantung mata.
§  Melembutkan dan melembabkan kulit area mata
§  Mengencangkan area mata dan menambah elastisitas kulit,
3.      Micrite 3D Anti Wrinkle Serum
§  Mengencangkan wajah dan menunda penuaan dini.
4.      Micrite 3D Whitening Serum
§  Membantu mencerahkan, melembabkan, dan melembutkan kulit.
§  Memudarkan bintik hitam akibat paparan sinar matahari dan tanda penuaan dini.
§  Mengecilkan pori-pori.
5.      Micrite 3D All Use Skin Serum
§  Mencegah penuaan dini dan  munculnya garis-garis halus.
§  Melembabkan, mengencangkan, memperbaiki, dan mencerahkan kulit

Source: Instagram @allyoung.id

Semua serum tersebut teredia dalam ukuran mini 5gr. Jadi pas banget buat dibawa kemana-mana dan kapanpun. Untuk cara pemakaiannya sangat mudah dan praktis. Pertama kali memakai aku sudah seneng dan merasa cocok banget dengan produk varian dari Swiss ini. Karena serumnya mudah meresap dan tidak lengket saat diaplikasikan di wajah. So, terasa nyaman dan aman. Dari informasi yang kubaca di akun resmi Allyoung, disebutkan bahwa untuk hasil maksimal aku harus memakainya secara teratur pagi dan malam. Dan jangan lupa mengikuti step-step dan cara pemakaian yang tepat seperti yang tertera di gambar di atas. 

Aku kerap tidur larut karena harus menyelesaikan dateline tulisan atau pekerjaan lainnya. Akibatnya area mata tampak seperti mata panda karena efek dari kurang istirahat dan tidur yang cukup. Jadi serum pertama yang kucoba adalah Eye Cream dan Anti Wrinkle Serum. Eye cream ini bahannya berupa cairan bening. Dan pemakainanya tinggal keluarkan sedikit dari tube kemudian dioles di area bawah mata. Dan aku puas banget karena setelah beberapa hari pemakaian, mata panda dan kantung mata yang selama ini merisaukan telah berkurang. 





Serum eye cream ini termasuk produk terlaris yang ada di Allyoung lho. Karena serumnya memang sangat membantu permasalahan di sekitar area wajah.tidak hanya mengatasi mata panda dan kantung mata saja. Serum eye cream ini juga dapat mengangkat volume area mata sehingga tampak kencang dan juga membantu mengurangi garis halus di wajah. Dan salah satu keunggulannya adalah serum ini bebas paraben, no animal testing, dan fragnance. Jadi benar-benar aman bagi kulit.

Kepuasan aku tidak hanya dengan eye cream serumnya. Serum lainnya ternyata juga sangat membantu permasalahan kulit wajahku. Dan aku telah dibuat jatuh hati dengan rangkaian produk skincare dari Allyoun Muslima. Buat sobat jejak yang punya permasalah kulit wajah dan belum menemukan solusi tepat untuk mengatasinya, aku rekomendasikan banget buat cobain serum skincare dari Allyoung ini. Untuk masalah harga sangat terjangkau. apalagi sedang ada promo free ongkir ke seluruh wilayah Indonesia. Grab it soon, guys. Allyoung makes you always young.

Info pemesanan dan info update lainnya terkait produk Allyoung:
Instagram: @allyoung.id & @allyoung.muslima
Facebook: Allyoung-Muslima
Line: @allyoungindonesia

Thursday, 18 October 2018

Urgensi Membudayakan Sensor Mandiri, Demi Membentuk Generasi Bangsa

Foto by: Latifah Lustikasari

Urgensi Membudayakan Sensor Mandiri, Demi Membentuk Generasi Bangsa – Seorang sutradara asal Prancis, Jean Cocteau mengatakan, “A film is a petrified fountain of thought” (Sebuah film adalah sebuah pikiran yang membatu). Ini artinya sebuah film mampu menanamkan suatu pemahaman abadi bagi siapa pun yang menikmatinya. Dan yang menjadi masalah saat ini adalah, bagaimana jika konten dalam sebuah film itu tidak layak tonton? Atau dengan kata lain film tersebut hanya mengedepankan hiburan semata tanpa memiliki unsur manfaat, misalnya dari segi moral messages atau education-nya. Hal ini tentunya akan memberikan dampak yang kurang baik bagi penonton. Terutama anak-anak (generasi) harapan bangsa. Untuk itu perlu adanya penyensoran, agar sebuah film atau iklan layak dikonsumsi masyarakat.

Bertempat di Cafe G’Ummati Bandarlampung, Lembaga Sensor Film Republik Indonesia bekerjasama dengan Komunitas Tapis Blogger, menggelar Talk Show bertajuk “Budaya Sensor Mandiri, Bijak Membentuk Generasi” dengan menghadirkan dua orang narasumber, Ni Luh Putu Elly Prapty Erawati, M.Pd (Sekretaris Komisi I Bidang Penyensoran dan Dialog LSF RI) dan Naqiyyah Syam (Founder dan Ketua Tapis Blogger). Acara yang berlangsung pada tanggal 11 Oktober 2018 ini dihadiri 100 peserta yang terdiri dari berbagai profesi seperti blogger, penikmat film, mahasiswa, UMKM Lampung, dan lainnya. Sosialisasi sensor mandiri ini sendiri adalah wujud kepedulian LSF (khususnya) terkait perilaku menonton sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini.

Acara dimulai sekitar pukul 09:00 WIB dengan dipandu oleh Novi Nusaiba yang juga merupakan anggota Tapis Blogger. Tak lama acara inti pun dimulai dengan menghadirkan mbak Ni Luh sebagai pemateri pertama. Rasanya sudah tidak sabar ingin mendengar pemaparannya. Karena aku juga sangat penasaran dengan peran Lembaga Sensor Film Indonesia. Terlebih saat ini masih banyak tayangan yang kurang memiliki kandungan gizi. Kebanyakan hanya mementingkan profit tanpa memerhatikan segi edukasi, kearifan budaya, atau pun nilai-nilai moral lainnya.


Foto by: Latifah Lustikasari

Dan rasa penasaran itu pun terjawab dengan dipaparkannya tentang genre film yang banyak diminati masyarakat Indonesia saat ini. Rangking teratas ditempati oleh film-film bertema horor, disusul film yang diangkat dari novel best seller, film remake, dan film dari lagu terkenal. What a surprising thing. Sungguh sangat mengejutkan. Tahu sendiri kan bagaimana film horor yang saat ini banyak beredar. Jadi tak perlu dijabarkan lagi bagaimana isi  dan jalan cerita film horor tersebut. Mengapa di era modernisasi ini justru masyarakat tidak suka menonton film yang berkonten edukasi atau dapat memberi dampak pada character building, seperti film religi dan perjuangan?


Mengapa Film Horor Menguasai Pasar Perfilman Indonesia?

Tidak bisa dipungkiri bahwa film horor memang menarik ditonton. Bahkan tak jarang seorang penakut pun ikut penasaran untuk menontonnya. Meskipun saat menonton selalu pasang aksi tutup wajah dengan telapak tangan. Dan ini pulalah yang pada akhirnya meggerakkan rumah produksi dan produser film untuk membuat film-film horor. Hal ini seperti apa yang dipaparkan oleh mbak Ni Luh terkait film horor di tanah air, bahwa bagi produser film memproduksi film horor itu jauh lebih menguntungkan. Karena biaya produksinya murah serta peminatnya banyak. Hal ini berbanding terbalik dengan film ber-genre lain yang terkadang biayanya mahal tetapi peminatnya sedikit.

Tak lupa mbak Ni Luh juga mengajak para influencer, blogger, dan masyarakat untuk turut berperan serta dan bersinergi bersama. Karena seiring kemajuan teknologi informasi, maka tugas Lembaga Sensor Film juga semakin berat. Namun dengan sinergi ini tentunya tugas itu dapat lebih ringan dan memungkinkan hasil yang lebih baik tentunya.

Selain fakta tentang film horor yang menduduki singgasana teratas, mbak Ni Luh juga menyampaikan sebuah fakta bahwa dalam tayangan televisi, tayangan yang paling banyak ditonton masyarakat Indonesia adalah serial (33%), hiburan (16%), film (15%), anak-anak (11%), berita (10%), informasi (9%), olahraga (4%), dan religi (2%). Hal ini sangat tidak sesuai dengan harapan masyarakat yang katanya ingin tayangan televisi bermuatan unsur pendidikan. Namun pada kenyataannya, masyarakat justru lebih banyak menyaksikan tayangan yang tidak mengandung nilai edukasi. Pemaparan demi pemaparan yang disampaikan mbak Ni Luh semakin membuat kami serius menyimak dan penasaran. Lantas apa peran lam Lembaga Sensor?

Peran dan Tugas Lembaga Sensor

Peran Lembaga Sensor diatur dalam Undang-Undang No. 33 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah No.18 tahun 2014 tentang perfilman Indonesia. Dan LSF sendiri telah bekerja dan melakukan fungsinya sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut. Sedangkan untuk tugasnya sendiri, Lembaga Sensor betugas melakukan penyensoran film dan iklan film sebelum diedarkan dan atau dipertunjukkan kepada khalayak umum, melakukan penelitian dan penilaiaan (judul, tema, gambar, teks terjemahan) suatu film dan iklan film yang akan diedarkan kepada khalayak umum, dan menentukan penggolongan usia penonton film.

Kategori Klasifikasi Usia Penonton

1. Semua Umur (SU)
Film dengan kode ini berisi konten yang tidak merugikan perkembangan kesehatan fisik dan jiwa anak-anak.
2. 13+
Film dengan kode ini cocok bagi anak-anak beranjak dewasa.
3. 17+
Film dengan kode ini cocok untuk usia 17 tahun keatas, dimana hal-hal sensitif disajikan proporsional dan edukatif.
4.  21+
Film dengan kode ini cocok bagi usia dewasa,dimana hal-hal sensitif disajikan tidak berlebihan. Tayangan di televisi setelah pukul 23:00-03:00 waktu setempat.



Keberadaan lembaga sensor ini memang sangat membantu masyarakat dalam mem-filter konten tayangan sebelum sampai ke khalayak ramai. Namun di satu sisi lembaga sensor film juga dihadapkan pada keluhan dari masyarakat, baik pihak rumah produksi atau pun masyarakat umum. Sebagaimana yang disampaikan mbak Ni Luh bahwa pihak sensor film kerap menerima keluhan dari produser film terkait konten yang di sensor, yang dianggap menarik penonton. Sedangkan jika tidak ketat melakukan penyensoran, maka keluhan akan datang dari masyarakat. Oleh karena itulah, perlu adanya sinergi bersama dalam mensosialisasikan sensor mandiri, agar masyarakat juga teredukasi tentang pentingnya menyaring tayangan yang bermutu dan bermanfaat.



Sensor mandiri adalah perilaku secara sadar dalam memilah dan memilih tontonan. Nah, sudahkah kita melakukannya? Atau justru lebih suka jika tontonan tanpa proses sensor? Dan…faktanya kebanyakan lebih suka film tanpa disensor. Hal ini terungkap nyata saat mbak Ni Luh menanyakan peserta, apakah suka film disensor atau tidak? Mungkin bisa saja film tanpa sensor seperti halnya negara lain seperti Amerika misalnya. Tetapi masyaraktnya telah teredukasi dengan baik perihal manfaat dari film itu sendiri. Sedangkan kita? Lihatlah betapa banyak berita yang menyampaikan tindak kekerasan yang terjadi akibat sebuah tayangan film atau televisi. Ini artinya, film sangat berpengaruh pada pembentukan karakter seseorang. Dan inilah pentingnya menyensor tayangan. Hal ini bisa dimuali dari diri kita sendiri dengan melakukan sensor mandiri.

Mengapa Perlu Sensor Mandiri?

  1. Adanya perkembangan dan perubahan teknologi.
  2. Revolusi digital (perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke digital)
  3. Konversi teknologi (teknologi mekanik-teknologi digital)
  4. Konvergensi media (kombinasi berbagai jenis media)
  5. Perubahan akibat perkembangan teknologi.
Bagaimana Menerapkan Sensor Mandiri?

  1. Mulai pilih film bermutu
  2. Butuh atau ingin
  3. Nonton film sesuai usia
  4. Tentukan tujuan
  5. Apa hikmahnya
  6. Berpikir kritis
  7. Jangan hanya jadi penikmat
  8. Pendampingan, pembatasan jam nonton, memilihkan film, dan perbanyak kegiatan luar.
  9. Pembatasn penggunaan HP pada anak
  10. STLS
  11. Genre film
  12. Cek sumber
  13. Cek sinopsis

Minimal 13 poin di atas bisa menjadi acuan dalam sensor mandiri. Terutama di era digital saat ini yang sangat memudahkan siapa pun mengakses dan memilih film. Jika tidak dimulai dari diri kita, maka kedepannya sikap dan perilaku generasi ini akan terkontrol oleh suguhan film yang ditonton.

Hal-Hal Yang Perlu Diwaspadai Dalam Film

  1. Tidak menghina, melecehkan, menodai, menistakan, dan bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, lambang atau simbol negara
  2. Tidak mendorong perilaku permisif, yang dapat merusak ketahanan budaya bangsa
  3. Tidak mendorong seseorang melanggar hukum
  4. Tidak mendorong perilaku konsumtif

Selain 4 poin itu, perlu juga diperhatikan hal- sensitif dalam sebuah film yang berkaitann dengan: agama; perjudian; kekerasan; diskriminasi; narkotika, psikotropika, dan zat aditif (NAPZA); dan pornografi.

Kemudian di akhir materi dari mbak Ni Luh, ditayangkan sebuah video anak balita sedang nonton film Rambo, yang mengikuti gaya serta adegan di film itu. Can you imagine? Hal ini tentunya sangat memprihatinkan sekaligus mengerikan, bukan?

Kemudian materi kedua disampaikan oleh mbak Naqiyyah Syam, yang dibuka dengan perkenalan singkat tentang pengalamannya di bidang literasi dan blogging. Mbak Naqi menyampaikan materi berkaitan dengan "Budaya Sensor Mandiri, Bijak Membentuk Generasi."


Dalam pemaparannya, mbak Naqi menyampaikan bahwa gadget sangat berpengatuh terhadap fungsi perkembangan otak dan sikap anak terhadap sekitarnya. Hal ini juga telah dinyatakan dalam sebuah studi yang mengatakan bahwa terlalu banyak bermain gadget akan mempengaruhi fungsi otak dan sikap anak yang kurang peduli pada sekitarnya. Inilah mengapa pentingnya membatasi penggunaan gadget pada anak. Dan perbanyak aktivitas anak untuk bermain di luar. 

Selain itu, mbak Naqi juga menyampaikan tentang dampak buruk menyaksikan tayangan porno. Berikut akibat buruk dari nonton video porno.

1. Tidak bisa menundukkan pandangan
2. Bebas melihat aurat orang lain
3. Ketagihan
4. Melihat di pikiran
5. Berujung pada Onani
6. Waktu dan uang habis percuma
7. Daya kerja berkurang
8. Merusak otak
9. Dampak buruk pada aktivitas sexual

Wow, mengerikan sekali efek sampingnya, bukan? Jadi jangan pernah coba-coba. Karena sekali saja mencoba, kamu akan terserang virus addicted. 

Terakhir mbak Naqi mengajak agar blogger dan penggiat medsos di Lampung khususnya, untuk giat menebarkan konten positif dan mendukung film baik. “Ketika ada film baik di bioskop hendaknya kita dukung dengan menontonnya, sehingga film bertema edukasi juga banyak penontonnya," ujar mbak Naqi.

Berbicara film baik, aku pernah punya pengalaman memprihatinkan. Jadi saat itu aku pergi ke salah satu bioskop di Lampung untuk nonton salah satu film religi karya mbak Asma Nadia. Tetapi ternyata penontonnya hanya aku sendiri. This is real. Kebanyakan penonton tengah asik mengantri untuk menonton film lain yang menurutku tidak ada sisi edukasi atau manfaatnya. Just to entertain. Dan lebih miris lagi, keesokan paginya kudengar kabar bahwa film yang kutonton semalam telah diturunkan.

Tips Menonton Film

1. Buat jadwal keluarga
2. Beri fasilitas lain. Misalnya buku, alat olahraga dan ajak jalan-jalan
3. Orangtua jadi contoh bagi anak
4. Lingkungan





Setelah kurang lebih satu jam mendengarkan pemaparan mbak Naqi, sesi berikutnya adalah tanya jawab. Banyak peserta antusias mengajukan pertanyaan. Mereka semua tampak penasaran dengan realita yang dipaparkan nara sumber dan perilaku masyarakat yang lebih condong suka menikmati tontonan tanpa memilah dan memilihnya dulu. Beberapa penanya berasal dari para blogger, mahasiswa, dan masyarakat umum.

 
Foto by: Yandigsa

Sekitar pukul 12:00 WIB acara pun selesai yang ditutup dengan pengumuman lomba foto dan live event di Instagram. para pemenang hari itu berhak atas sejumlah hadiah yang disiapkan para sponsor yang mendukung acara. Tak lupa di akhir acara kami semua diajak untuk mengabadikan momen ini dalam sesi foto bersama. Setelah itu acara penutupan dilanjutkan dengan sanatap siang bersama menikmati hidangan cafe G'Ummati yang telah disiapkan di lantai bawah. Terima kasih atas acara yang sangat bermanfaat ini. Semoga dengan ini kami bisa turut menularkan semangat positif dengan menebarkan konten positif dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sensor mandiri. 



Referensi Tulisan

1. Mengenal Sensor Mandiri : Pedoman Literasi Film dari Lemeaga Sensor Filim Republik Indonesia.
2. Slide/ PPT pemateri Ni Luh Putu Elly Prapti Erawati, M. Pd dan  Nagiyah Syam

#TapisBlogger
#BloggerLampung
#LSFXLAMPUNG
#BudayaSensorMandiri .

Kegiatan ini disupport by :
@flpbandarlampung
@kopfi_lampung
@thasya_busana
@almitryindo
@keripikaromasejati
@perutbulatcaferesto
@papatomscafe
@famediapublisher
@gummati.cafe


Kalimat Tauhid Pemersatu Umat

Source: Google.com Laa Illaha Illallah Muhammadar Rasulullah (Tiada Ilah (Tuhan) yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan N...